<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>H. M. Anshary Ibrahim, SH, M.Hum</title>
	<atom:link href="http://anshary.net/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://anshary.net</link>
	<description>Tulisan Islami Bermakna</description>
	<lastBuildDate>Sat, 12 May 2012 00:42:52 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.2</generator>
		<item>
		<title>Siapakah teman sejati anda?</title>
		<link>http://anshary.net/2012/04/siapakah-teman-sejati-anda/</link>
		<comments>http://anshary.net/2012/04/siapakah-teman-sejati-anda/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 22 Apr 2012 00:38:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>H. M. Anshary Ibrahim, SH, M.Hum</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tulisan]]></category>
		<category><![CDATA[teman sejati]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://anshary.net/?p=80</guid>
		<description><![CDATA[Teman masa lalu, teman sejuta kenangan pahit manis. Sudahlah, itu telah berlalu… Teman masa kini, paling berpengaruh terhadap kita saat ini. Hati-hatilah! Teman senang, itulah teman di padang golf dan di restoran. Janganlah membuat lalai! Teman susah, yang menengok anda ketika anda terkena musibah. Bersyukurlah! Teman waktu lapang, teman ngobrol, teman chating… Kurangilah! Teman waktu [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Teman masa lalu, teman sejuta kenangan pahit manis.<br />
Sudahlah, itu telah berlalu…</p>
<p>Teman masa kini, paling berpengaruh terhadap kita saat ini.<br />
Hati-hatilah!</p>
<p>Teman senang, itulah teman di padang golf dan di restoran.<br />
Janganlah membuat lalai!</p>
<p>Teman susah, yang menengok anda ketika anda terkena musibah.<br />
Bersyukurlah!</p>
<p>Teman waktu lapang, teman ngobrol, teman chating…<br />
Kurangilah!</p>
<p>Teman waktu sempit, yang membantu saat anda sibuk.<br />
Berterima kasihlah!</p>
<p>Teman sehat, teman anda saat ini.<br />
Pilihlah yang baik!</p>
<p>Teman sakit, yang datang dan memberi semangat ketika anda sakit.<br />
Inilah teman yang baik.</p>
<p>Teman hidup adalah keluarga, suami/istri dan anak-anak…<br />
Bahagiakanlah!</p>
<p>Teman setelah mati, inilah amal kita…<br />
Perbanyaklah!</p>
<p>Diantara sepuluh teman, yang manakah teman sejati kita?</p>
<blockquote><p>Ada tiga perkara yang mengiringi mayit. Yaitu keluarga, harta dan amalnya. Dua diantaranya pulang yakni keluarga dan hartanya. Sedangkan yang setia mendampinginya satu, yakni amalnya.</p></blockquote>
<p>(HR.Bukhari-Muslim).</p>
<p>Subhanallah.., teman sejati kita ternyata adalah amal shaleh.<br />
Teman untuk kebahagiaan abadi. Perbanyaklah… perbanyaklah, mumpung masih ada kesempatan.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://anshary.net/2012/04/siapakah-teman-sejati-anda/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pentingnya Menuntut Ilmu</title>
		<link>http://anshary.net/2012/04/pentingnya-menuntut-ilmu/</link>
		<comments>http://anshary.net/2012/04/pentingnya-menuntut-ilmu/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 21 Apr 2012 00:33:26 +0000</pubDate>
		<dc:creator>H. M. Anshary Ibrahim, SH, M.Hum</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tulisan]]></category>
		<category><![CDATA[ilmu]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://anshary.net/?p=75</guid>
		<description><![CDATA[Assalamu alaikum, ini adalah mutiara ilmu hari pertama anda&#8230; Mari kita bersyukur atas nikmat berkesempatan untuk memulai menunut ilmu agama. Semoga ini akan memperbaiki hidup kita, sesuai sabda Nabi: Barangsiapa yang dikehendaki Allah menjadi orang baik, maka Allah menggerakkan ia belajar ilmu agama sampai pandai. (HR Bukhari). Beberapa hikmah menuntut ilmu (agama) lainnya adalah: Berada [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Assalamu alaikum, ini adalah mutiara ilmu hari pertama anda&#8230;</p>
<p>Mari kita bersyukur atas nikmat berkesempatan untuk memulai menunut ilmu agama. Semoga ini akan memperbaiki hidup kita, sesuai sabda Nabi:</p>
<blockquote><p>Barangsiapa yang dikehendaki Allah menjadi orang baik, maka Allah menggerakkan ia belajar ilmu agama sampai pandai.</p></blockquote>
<p>(HR Bukhari).</p>
<p>Beberapa hikmah menuntut ilmu (agama) lainnya adalah:</p>
<ol>
<li>Berada di jalan Allah<br />
<blockquote><p>Barang siapa yang keluar rumah untuk menuntut ilmu, berarti dia berada di jalan Allah hingga pulang</p></blockquote>
<p>(HR Turmudzi)</li>
<li>Mendapatkan pahala yang mengalir terus menerus<br />
<blockquote><p>Jika anak adam meninggal dunia, maka terputuslah amalnya kecuali 3 hal, yaitu shadaqoh jariyah, ilmu yang bermanfaat, anak shaleh yang selalu mendoakan orang tuanya.</p></blockquote>
<p>(HR Muslim)</li>
<li>Agar tidak terlaknat<br />
<blockquote><p>Dunia dan seisinya terlaknat, kecuali yang memanfaatkannya demi kepentingan dzikrullah dan yang serupa dengan itu, para ulama dan orang-orang yang menuntut ilmu</p></blockquote>
<p>(HR Turmudzi)</li>
<li>Ditinggikan derajatnya<br />
<blockquote><p>Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat.</p></blockquote>
</li>
<li>Dimudahkan jalan menuju surga<br />
<blockquote><p>Barang siapa menempuh jalan untuk menentut ilmu agama, pasti Allah membuat mudah baginya jalan menuju surga</p></blockquote>
<p>(HR Muslim)</li>
</ol>
<p>Karena itu , dengan menuntut ilmu semoga kita menjadi orang baik, tetap berada di jalan Allah, memiliki pahala yang terus mengalir meskipun sepeninggal kita, tidak terlaknat, ditinggikan derajatnya dan dimudahkan Allah menuju surga. Amin</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://anshary.net/2012/04/pentingnya-menuntut-ilmu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Apa Pendapat Ustadz Quraish Shihab Tentang Poligami..?</title>
		<link>http://anshary.net/2010/03/apa-pendapat-ustadz-quraish-shihab-tentang-poligami/</link>
		<comments>http://anshary.net/2010/03/apa-pendapat-ustadz-quraish-shihab-tentang-poligami/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 22 Mar 2010 00:39:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>H. M. Anshary Ibrahim, SH, M.Hum</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tulisan]]></category>
		<category><![CDATA[poligami]]></category>
		<category><![CDATA[quraish]]></category>
		<category><![CDATA[shihab]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://anshary.net/?p=3</guid>
		<description><![CDATA[PROF. Dr. M. Quraish Shihab Lentera Hati, Metro TV 13 Maret 2005, 14.00 – 15.00 WIB Kita pernah mendengar tentang POLIGAMI AWARD baru-baru ini. Ini adalah masalah pro dan kontra. Terlebih dahulu, saya akan mengantarkan suatu kisah. Dulu, ada salah seorang penguasa dinasti Abbasiyah yang isterinya tidak senang pada suaminya, karena suaminya baru kawin lagi. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://anshary.net/wp-content/uploads/2010/03/quraish-shihab.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-13" src="http://anshary.net/wp-content/uploads/2010/03/quraish-shihab.jpg" alt="" width="100" height="104" /></a><strong>PROF. Dr. M. Quraish Shihab</strong><br />
Lentera Hati, Metro TV<br />
13 Maret 2005, 14.00 – 15.00 WIB</p>
<p>Kita pernah mendengar tentang POLIGAMI AWARD baru-baru ini. Ini adalah masalah pro dan kontra. Terlebih dahulu, saya akan mengantarkan suatu kisah. Dulu, ada salah seorang penguasa dinasti Abbasiyah yang isterinya tidak senang pada suaminya, karena suaminya baru kawin lagi. Maka dia mengadukan hal ini kepada Khalifah, yang bernama Abu Mansyur. Kata Khalifah, &#8220;Baiklah, kita mengundang seorang ulama besar yang bernama Abu Hanifah atau Imam Hanafi (pendiri salah satu madzhab dari 4 madzhab yang terkenal -Syafi&#8217;i, Hambali, Maliki dan Hanafi-).&#8221;<span id="more-3"></span></p>
<p>Diundanglah ulama tersebut. Mereka hadir bertiga dalam diskusi. Sang suami, bertanya kepada ulama tersebut, &#8220;Berapa banyak seorang laki2 diperkenankan untuk kawin ?&#8221;. Maka Abu Hanifah menjawab, &#8220;4 orang isteri&#8221;. Suami kemudian berkata dan melirik kepada isterinya, &#8220;Nah kamu udah dengar tuh&#8221;. Isteri menjawab, &#8220;Ya saya sudah dengar. Bolehkah seseorang keberatan jika suaminya kawin lebih dari satu ?&#8221;. Imam menjawab, &#8220;Tidak boleh karena itu ketetapan Tuhan&#8221;. Suami berkata lagi kepada isterinya, &#8220;Dengar tuh&#8221;. Kemudian Imam berkata, &#8220;Tetapi wahai penguasa, Tuhan itu menetapkan harus adil. Dan bagi yang tidak mampu adil sebaiknya mengikuti tuntunan Tuhan, supaya cukup satu&#8221;. Isterinya yang mendengar ini berkata balik kepada suaminya, &#8220;Dengar tuh&#8221;.</p>
<p>Selesai diskusi, beberapa hari kemudian, sang isteri kemudian mengirim hadiah kepada Imam Hanafi. &#8220;Terima kasih, engkau sudah menasehati suamiku&#8221;. Imam kemudian mengembalikan hadiah itu, dan dia berkata &#8220;Saya berucap menyampaikan hal itu, bukan berbasa-basi kepada kamu. Tetapi saya menyampaikan, inilah pandangan saya tentang poligami yang saya pahami dari Al Quran&#8221;. Nah, saya (pak Quraish) akan menyampaikan tentang poligami dari yang saya pahami dari Kitab Suci, bukan untuk berbasa-basi kepada lelaki/suami, tidak juga ingin berbasa-basi kepada para perempuan/isteri. Kita akan lihat bagaimana sebenarnya ketentuan agama dalam Al Quran tentang poligami.</p>
<p>Menurut saya (pak Quraish), bukan hanya Islam yang pertama kali membolehkan poligami. Dalam kitab perjanjian lama, Nabi Daud mempunyai banyak isteri. Baiklah, kalau kita membuka lembaran Al Quran, persoalan poligami disebut dalam Surat Annisa(4) : 3, disana Allah berfirman &#8220;Kalau kamu khawatir, tidak berlaku adil terhadap anak-anak yatim maka kawinilah selain anak2 yatim itu, perempuan2 yang kamu sukai, dua-dua, tiga-tiga, atau empat-empat. Tetapi kalau kamu khawatir tidak berlaku adil maka cukup satu.&#8221; Kita lihat, ayat itu turun karena ada orang-orang yang sedang memelihara anak-anak yatim yang kebetulan anak-anak yatim itu cantik, masih muda dan punya harta. Mereka ingin mengawini anak-anak yatim itu, atau juga ingin mendapatkan hartanya namun dengan tidak ingin membayar maharnya yang sesuai. Itu namanya mereka tidak berlaku adil. Karena itu, Tuhan melarang para pengasuh anak yatim ini, &#8220;Kamu harus berlaku adil, kalaupun kamu ingin mengawininya lantas tidak berlaku adil, maka kawinilah perempuan yang lain, karena anak-anak yatim itu lemah.&#8221; Ayahnya sudah meninggal sehingga tidak ada yg membela dia, tetapi kalau perempuan yang lain, mereka masih punya orang tua yang bisa membela dia dan sebagainya.</p>
<p><strong>Pertanyaan pertama yang kemudian muncul adalah</strong> : Kalau ayat ini turun berkaitan dengan pengasuh anak-anak yatim yang ingin mengawini mereka itu yang kemudian dilarang karena khawatir mereka tidak bisa berlaku adil tapi kemudian diperbolehkan untuk berpoligami dengan wanita lain, maka apakah izin poligami ini hanya berlaku pada pengasuh anak-anak yatim ? Kalau jawabannya hanya berlaku pada pengasuh anak-anak yatim seperti ada yang berpendapat seperti ini, itu keliru, karena sahabat-sahabat Nabi pun yang tidak memelihara anak yatim ternyata berpoligami.</p>
<p><strong>Pertanyaan kedua</strong> : Berapa banyakkah berpoligami itu, karena dikatakan &#8220;dua-dua, tiga-tiga atau empat-empat&#8221; ? Berapakah jumlahnya ? Bolehkah 18 (dari 2+2+3+3+4+4) ? Masya Allah. Bukan itu maksudnya. Tidak boleh 18. Ataukah bolehkah 9 (dari 2+3+4=9) ? Tidak boleh 9. Nabi menjelaskan maksimal 4 orang isteri. Kita lihat lebih jauh di ayat itu, &#8220;Kalau kamu takut (khawatir) tidak berlaku adil&#8221;. Kita kaji seperti berikut :</p>
<ol>
<li>Kalau yakin tidak adil bolehkah ? Tidak boleh.</li>
<li>Kalau menduga keras tidak berlaku adil, bolehkah ? Tidak boleh.</li>
<li>Kalau ragu bisa berlaku adil atau tidak ? Ada ulama yang menjelaskan kalau dia ragu, itu boleh. Namun sebaiknya, orang yang ragu meninggalkan keraguannya menuju yang baik. Jadi kalau ragu, mestinya tidak boleh.</li>
<li>Kalau yakin bisa berlaku adil bolehkah ? Boleh.</li>
<li>Kemudian apakah boleh itu berarti perintah atau boleh ajah ? Itu boleh ajah. Istilah dalam bahasa agama, itu mubah/boleh. Bukan sunnah, bukan wajib, bukan makruh tapi mubah/boleh.</li>
<li>Sekarang kalau menduga keras bisa berlaku adil ? Boleh, tapi syaratnya adil.</li>
</ol>
<p>Apa yg dimaksud kemudian dengan adil ? Jadi sebelum berpoligami, harus melihat dulu diri kita. Kira2 mampu berlaku adil atau tidak. Melihat diri itu, berarti mempelajari diri dari segi ekonomi dan dari segi jasmani pula. Jangan sampai Anda sakit2an mau berpoligami, bisa tidak adil. Lalu pelajari dari segi mental. Ada orang kaya yang sehat jasmaninya tapi boleh jadi terlalu cenderung kepada isteri muda, walaupun uangnya banyak kecendrungan hatinya terlalu padanya maka ini namanya juga tidak berlaku adil.</p>
<p>Kalau syarat-syarat ini memenuhi, maka ketika itu bolehlah berlaku adil dan dibolehkanlah poligami.</p>
<p>Sekarang saya (pak quraish) ingin bertanya? Jadi pada prinsipnya poligami boleh atau tidak ? Boleh. Diperintahkan atau tidak ? Tidak diperintahkan. Kita lihat bolehnya ini sampai dimana. Ada orang orang sekarang yang berkata berlaku adil itu tidak mungkin. Mereka mendasarkan pada firman Allah dalam Surat An-Nisa (4) ayat 129 : &#8220;Dan kamu sekali2 tidak bisa berlaku adil terhadap isteri isterimu, walaupun kamu mau…&#8221;. Tapi mereka berhenti sampai disitu. Itulah yang menjadikan mereka berkata bahwa poligami tidak boleh. Tetapi sekali lagi, orang ini tidak boleh berhenti membaca disitu, karena ayat itu masih berbunyi &#8220;…karena itu janganlah kamu terlalu cenderung kepada salah seorang isteri kamu, sehingga meninggalkan sama sekali isteri yang lain&#8221;.</p>
<p>Yang kamu tidak dapat berlaku adil itu adalah hati kamu. Apakah kita yang mampu menguasai hati kita ? Hati tidak bisa kita kuasai. Nabipun bersabda &#8220;Ya Allah, saya berpoligami, tapi inilah yang mampu saya lakukan (dari segi fisik, dari segi materi, dan dari segi giliran), tetapi hati saya lebih senang pada Aisyah daripada yang lain, dan saya lebih senang kepada Siti Khadijah yang walaupun sudah meninggal daripada yang lain. Tapi ini di luar kemampuan saya&#8221;. Nah, ketika Allah berfirman, &#8220;Kalian tidak bisa adil walaupun kalian mau&#8221;. Keadilan yang dimaksud di sana adalah keadilan dari segi hati. Kita pun sulit untuk berlaku adil secara hati kepada anak-anak kita. Ada anak yang lebih kita senangi daripada anak-anak yang lain. Oo, si A anak yang taat, ini anak pintar dan lain-lain, walaupun mereka anak-anak kandung kita.<br />
Jadi pada prinsipnya poligami adalah boleh tapi syaratnya adil. Kita lihat dalam kenyataan sekarang, orang yang berpoligami itu adil atau tidak ? Ada ulama-ulama melarang, karena mereka lihat kenyataan sekarang ini poligami mempunyai dampak terlalu buruk. Bukan hanya bohong saja. Anak tirinya jadi musuh anak yang lain. Terjadi pengkhianatan, terjadi percekcokan. Karena itu, kata mereka, pemerintah perlu turun tangan untuk melarang poligami. Di beberapa negeri Islam, seperti Tunisia menempuh cara ini. Tercantum dalam undang-undang mereka, bahwa poligami dilarang. Yang berpoligami tanpa ijin akan ditahan/dipenjara 1 tahun dan didenda. Itu salah satu pandangan ulama tentang poligami.</p>
<p>Namun ada lagi ulama-ulama yang berkata. Boleh berpoligami asal dapat izin dari pemerintah untuk menilai apakah orang tersebut layak secara ekonomi, sehat secara mental, dan memang ada kebutuhan. Karena terkadang ada kebutuhan pada poligami. Saya beri contoh. Boleh jadi ada seseorang yang masih muda namun isterinya sakit (akut). Masih ada keinginan dan kebutuhan seksualnya yang tinggi, lalu apakah dengan menceraikan isterinya yang sedang sakit atau &#8216;jajan&#8217; di luar ? Dua-duanya tidak benar. Jadi bagaimana jalan keluarnya, jadi hayo apa ayo ibu-ibu (pengajian yang hadir ibu-ibu semua) ? Jalan keluar yang benar dan dibolehkan adalah berpoligami. Adapula suami isteri yang sudah sekian lama tidak memiliki anak, yang menurut dokter isterinya ternyata mandul. Di sinilah tempatnya poligami itu diperbolehkan.</p>
<p>Contoh yang lain, jaman dulu ada peperangan besar seperti Perang Dunia I di Perancis. Laki-laki banyak yang gugur. Semula mereka melarang poligami, kemudian berubah menjadi menganjurkan untuk berpoligami. Karena kalau tidak, akan dikemanakan para janda tersebut ? akan dikemanakan anak-anak yatim itu ? Jadi sebenarnya ada situasi tertentu secara perorangan atau dalam masyarakat sehingga poligami bisa dibenarkan.</p>
<p>Bukan lantas membuka pintu poligami lebar-lebar. Dengan alasan, Nabi juga berpoligami, saya juga ingin berpoligami. Apakah Anda sama dengan Nabi ? Baiklah jika Anda sama dengan Nabi, poligaminya harusnya dengan janda-janda yang sudah tua-tua pula, kenapa mau pilih yang cantik cantik dan muda-muda ? Jadi itu bukan alasan.<br />
Apa yang dapat kita lihat disini ? Al-Quran ketika membenarkan poligami bukan bermaksud untuk memerintahkan berpoligami. Al Quran hanya memberi izin dan syaratnya harus adil serta ada kebutuhan untuk itu.</p>
<p>Jadi sekarang poligami boleh atau tidak ? Jangan tutup rapat-rapat pintunya. Poligami itu seperti (walaupun tidak sama) pintu darurat dalam pesawat. Boleh dibuka setelah mendapat izin dari pilot. Kalau tidak ada izin maka tidak boleh dibuka. Dan yang membuka pintu darurat adalah orang yang betul-betul membukanya.</p>
<p>Pertanyaan peserta pengajian :</p>
<p><strong>Karena poligami adalah pintu darurat maka boleh berpoligami, maka apakah boleh selama berpoligami bersikap tidak adil ?</strong><br />
Bukan begitu maksudnya. Kehidupan ini harus selalu didasari oleh keadilan. Keadilan itu lebih dituntut lagi apabila menghadapi orang lain. Kita harus adil terhadap diri kita dan adil terhadap orang lain. Poligami dibenarkan, tapi sebelum melangkah kesana, itu diibaratkan seperti pintu darurat. Begitu masuk ke pintu itu, bukan lantas boleh untuk bersikap tidak adil. Jadi tidak serta merta dia dibolehkan sesukanya kapan aja mau berpoligami. Ada syaratnya. Seperti kita naik pesawat. Pesawatnya ada tangganya, kita turun lalu kembali ke rumah. Apabila pesawatnya rusak, dibukalah pintu darurat, kita boleh lewat pintu darurat itu dan kalau dapat izin dari pilot. Kondisi turun dari pintu darurat itu sama persis dengan turun dari tangga biasa. Nah berpoligami syaratnya adalah adil, tapi tidak boleh masuk kesana kecuali kalau ada kebutuhan yang mendesak. Tidak boleh kesana, kecuali setelah mendapat izin (izinnya ini bukan berarti izin untuk tidak adil, tapi izin untuk berpoligami) .</p>
<p>Ada pertanyaan yang mungkin muncul, izin ini perlu atau tidak ? Saya tidak sependapat kalau izin itu dari isteri. Izin itu harus dari yang berwenang. Jadi dari pengadilan agama. Itu sebabnya ada hal hal yang dibenarkan oleh agama, tetapi oleh penguasa bisa dilarang kalau apa yang diizinkan oleh agama itu berdampak buruk. Sayyidina Umar bin Khattab pernah melarang pejabat-pejabatnya kawin dengan ahlul kitab (Yahudi dan Nasrani) walaupun Al Quran bisa membenarkan seseorang laki muslim bisa kawin dengan mereka. Umar pun pernah menjatuhkan putusan, siapa yang menceraikan isterinya dengan berkata, &#8220;kamu talak tiga&#8221; maka jatuhnya tiga. Padahal di Quran, dikatakan perceraian itu tiga kali. Sekali diceraikan jatuh satu, kembali lagi kemudian cerai lagi, jatuh dua, rujuk lagi, cerai lagi maka jatuh tiga. Sayyidina Umar, berkata tidak, karena orang ini sudah menggampangkan perceraian, sehingga harus dihukum. Begitu berkata orang itu, &#8220;talak tiga&#8221; maka betul-betul jatuh tiga. Ini untuk kemaslahatan.</p>
<p>Inilah yang dijadikan dasar oleh ulama. Pemerintah apabila melihat dampak buruk dari sesuatu yang dibolehkan oleh Tuhan maka pemerintah bisa mengambil inisiatif untuk melarangnya. Nah poligami di dalam beberapa negara, dilihat bahwa dampaknya lebih buruk jadi harus ada izin. Tapi kalau minta izin dari ibu-ibu akan diberi atau tidak ? Tidak akan. Karena itu izinnya dari pengadilan agama. Mereka yang akan melihat bahwa laki-laki ini wajar dari segi ekonomi, mental dan kebutuhan dan sebagainya.</p>
<p><strong>Mendengar kata pintu darurat, tentang perceraian yang diibaratkan juga seperti pintu darurat. Mana yang lebih baik perceraiankah atau poligamikah ?</strong><br />
Kita lihat kasusnya. Terkadang memang kehidupan sudah bisa cocok, lebih baik cerai, jadi masing masing bisa mendapat jodoh yang betul-betul cocok. Jangan membuat isteri jadi tergantung, karena tidak menjadikan dia betul-betul sebagai isteri, tapi tidak juga cerai dia. Beri kesempatan kepadanya dan orang lain. Jadi masing-masing ada kasusnya. Tapi dalam konteks, suami masih cinta isterinya, hanya isterinya sakit. Bagaimana ini caranya ? Disini kalau dia bersabar, itu jauh lebih baik dalam pandangan Tuhan daripada dia menyakiti isterinya yang sedang sakit itu, tapi poligami itu bukan berarti terlarang. Tuhan berjanji, &#8220;Orang yang bersabar menghadapi isterinya yang sakit, tidak menyakiti isterinya dengan tidak kawin lagi itu mempunyai kedudukan yang lebih tinggi, walaupun dia dibolehkan untuk berpoligami&#8221;.</p>
<p><strong>Bagaimana pernikahan suami dengan perempuan lain yaitu menikahnya secara sirri tanpa saksi dari pihak perempuan?</strong><br />
Sebenarnya saksi itu tidak harus dari pihak tertentu, siapapun bisa jadi saksi. Yang harus itu adalah wali dari pihak perempuan. Jadi kita punya dua calon suami isteri, ada dua orang saksi, ada wali dari perempuan, dan ada ijab dan qabul. Jadi kalau tidak ada saksi dari pihak perempuan tidak ada, tidak mengapa asal ada walinya.</p>
<p><strong>Bagaimana sikap seorang isteri kepada suami yang terlanjur menikah lagi dan selama itu, isterinya tidak bisa menerima?</strong><br />
Ada dua sikap. Boleh saja, apabila isterinya merasa didzhalimi oleh suaminya, maka ketika itu isterinya boleh mengadu kepada pihak pengadilan agama. Apabila isteri sabar, maka ganjarannya lebih baik. Tetapi bila suami itu memang wajar untuk berpoligami. Isteri itu tidak bisa berkeberatan, dia harus bisa menerima kenyataan. Kalaupun dia datang mengadu ke pengadilan agama, akan dikatakan kepadanya, bahwa suaminya wajar untuk menikah lagi tersebut.</p>
<p><strong>Seperti kita ketahui, bahwa keadilan itu sesuatu hal yang tidak mungkin. Jadi seumpamanya, poligami itu tidak boleh dan tidak terkecuali. Bagaimana tipsnya atau doa-doanya agar suami kita tidak berpoligami?</strong><br />
Tidak benar kalau keadilan itu tidak mungkin terlaksana. Keadilan yang tidak mungkin terlaksana hanya keadilan dalam hati. Tuhan mentoleransi ketidakadilan di dalam hati selama kecendrungan kepada salah seorang isteri tidak tertumpah sepenuhnya sehingga isteri yang lain ditinggal sama sekali. Keadilan yang dituntut oleh Tuhan adalah keadilan dari segi materi (uang, waktu dan sebagainya). Hanya kita katakan, untuk masuk ke sana perlu ada persyaratan. Kiatnya seorang isteri agar suami tidak berpoligami ? Kiatnya banyak.</p>
<p>Ada salah satu doa yang bunyinya, &#8220;Ya Allah, mantapkanlah hatiku untuk tetap menjalankan ajaran agamaMu dengan baik&#8221;, maka bisa berdoa, &#8220;Ya Allah mantapkanlah hati suamiku sehingga dia selalu cinta kepadaku&#8221;. Namun doa saja tidak cukup. Perlakuan yang baik itu yang akan mengalahkan segala sesuatu.</p>
<p>Salah satu penyebab terjadinya poligami adalah kesalahan isteri, seperti terlalu sibuk, kurang memperhatikan suami dan sebagainya, sehingga rasa cinta tidak ada lagi. Walaupun agama menganjurkan kepada para suami, &#8220;Hai suami2, jika kamu sudah tidak senang kepada isterimu (mungkin akhlaqnya kurang baik, atau sudah tua) maka bisa jadi di balik kekurangan itu, Allah jadikan kebaikan yang banyak&#8221;. Apa kebaikan yang banyak itu ? Antara lain adalah ketenangan hidup. Karena katanya, orang yang berpoligami itu harus pandai bohong. Walaupun ada juga yang berani untuk tidak bohong.</p>
<p>Berarti dalam berpoligami ini masih termasuk dalam hak dan kewajiban suami isteri ? Iya, yaitu haknya suami adalah untuk berpoligami tetapi ada syarat-syaratnya yang ketat. Jadi jangan lantas berkata tidak boleh.</p>
<p>Kesimpulannya bahwa poligami itu dibolehkan oleh agama, selama yang bersangkutan memenuhi persyaratan agama, yaitu yakin atau menduga keras dapat berlaku adil. Dan keadilan yang dituntut adalah keadilan di bidang materi bukan keadilan di bidang hati. Poligami yang dibenarkan oleh agama ini adalah bukan perintah, tetapi izin. Bedakan perintah dengan izin. Poligami bukan perintah, bukan sunnah, bukan pula anjuran, tetapi boleh kalau memenuhi persyaratan.</p>
<p>sumber : swaramuslim.net</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://anshary.net/2010/03/apa-pendapat-ustadz-quraish-shihab-tentang-poligami/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Seandainya Rasulullah Berkunjung ke Rumah Kita</title>
		<link>http://anshary.net/2010/01/seandainya-rasulullah-berkunjung-ke-rumah-kita/</link>
		<comments>http://anshary.net/2010/01/seandainya-rasulullah-berkunjung-ke-rumah-kita/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 19 Jan 2010 00:55:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>H. M. Anshary Ibrahim, SH, M.Hum</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tulisan]]></category>
		<category><![CDATA[rasulullah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://anshary.net/?p=9</guid>
		<description><![CDATA[Bayangkan apabila Rasulullah saw dengan izin ALLAH tiba-tiba muncul mengetuk pintu rumah kita. Beliau datang dengan tersenyum dan muka bersih di muka pintu rumah kita. Apa yang akan kita lakukan? Mestinya kita akan sangat berbahagia, memeluk beliau erat-erat dan lantas mempersilakan masuk ke ruang tamu. Kemudian kita tentu akan meminta dengan sangat agar Rasulullah sudi [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://anshary.net/wp-content/uploads/2010/01/muhammad-saw.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-18" src="http://anshary.net/wp-content/uploads/2010/01/muhammad-saw.jpg" alt="" width="100" height="97" /></a>Bayangkan apabila Rasulullah saw dengan izin ALLAH tiba-tiba muncul mengetuk pintu rumah kita. Beliau datang dengan tersenyum dan muka bersih di muka pintu rumah kita. Apa yang akan kita lakukan? Mestinya kita akan sangat berbahagia, memeluk beliau erat-erat dan lantas mempersilakan masuk ke ruang tamu. Kemudian kita tentu akan meminta dengan sangat agar Rasulullah sudi menginap beberapa hari di rumah kita.<br />
Beliau tentu tersenyum…<span id="more-9"></span></p>
<p>tapi, barangkali kita meminta pula Rasulullah saw menunggu sebentar di depan pintu karena kita teringat Video CD rated R18+ yang ada di ruang tengah. Kita tergesa-gesa memindahkan dahulu video tersebut ke dalam.<br />
Beliau tentu tersenyum…</p>
<p>Atau barangkali kita teringat akan lukisan wanita setengah telanjang yang kita pajang di ruang tamu, sehingga kita terpaksa juga memindahkannya ke belakang secara tergesa-gesa. Barangkali kita akan memindahkan lafal ALLAH dan Muhammad yang ada di ruang tamu samping dan kita meletakkannya di ruang tamu.<br />
Beliau tentu tersenyum…</p>
<p>Bagaimana bila kemudian Rasulullah saw bersedia menginap di rumah kita? Barangkali kita teringat bahwa kita lebih hafal lagu-lagu barat daripada mengahafal shalawat. Barangkali kita menjadi malu bahwa kita tidak mengetahui sedikit pun sejarah Rasulullah saw karena kita lupa dan lalai mengajari anak-anak kita.<br />
Beliau tentu tersenyum…</p>
<p>Barangkali kita menjadi malu bahwa kita tidak mengetahui satu pun nama keluarga Rasulullah dan sahabatnya, tetapi hafal di luar kepala mengenai anggota F4 atau nama teman-teman Spongebob. Barangkalai kita harus menyulap satu kamar mandi menjadi ruang shalat. Barangkali kita teringat bahwa perempuan di rumah kita tidak memiliki koleksi pakaian yang pantas untuk berhadapan kepada Rasulullah saw.<br />
Beliau tentu tersenyum…</p>
<p>Belum lagi koleksi buku, kaset, dan karaoke kita. Kemana kita harus menyingkirkan semua koleksi tersebut demi menghormati junjungan kita? Barangkali kita menjadi malu diketahui junjungan kita bahwa kita tidak pernah ke mesjid meskipun adzan berkumandang…<br />
Beliau tentu tersenyum…</p>
<p>Barangkali kita menjadi malu karena pada saat maghrib, keluarga malah sibuk di depan TV. Barangkali kita menjadi malu karena kita menghabiskan hampir seluruh waktu untuk mencari kesenangan duniawi. Barangkali kita menjadi malu karena keluarga kita tidak pernah menjalankan shalat sunnah. Barangkali kita menjadi malu karena keluarga kita sangat jarang membaca Al-Qur’an. Barangkali kita menjadi malu karena tidak mengenal para tetangga di sekitar.<br />
Beliau tentu tersenyum…</p>
<p>Barangkali kita menjadi malu jika Rasulullah saw menanyakan kepada kita siapa nama tukang sampah yang setiap hari lewat di depan rumah kita. Barangkali kita menajdi malu jika Rasulullah saw bertanya tentang nama dan alamat tukang penjaga masjid di kampung kita.<br />
Betapa senyum beliau masih ada di situ…</p>
<p>Bayangkan apabila Rasulullah saw tiba-tiba muncul di depan rumah kita…<br />
Apa yang akan kita lakukan??? Masihkah beliau masuk dan menginap di rumah kita? Ataukah akhirnya dengan berat hati, kita akan menolak beliau berkunjung ke rumah karena hal itu akan sangat membuat kita repot dan malu???</p>
<p>Maafkan kami ya Rasulullah…<br />
Masihkah beliau tersenyum?<br />
Senyum pilu, senyum sedih, dan senyum getir…..<br />
Oh, betapa memalukannya kehidupan kita saat ini di mata Rasulullah</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://anshary.net/2010/01/seandainya-rasulullah-berkunjung-ke-rumah-kita/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Penyakit Sombong</title>
		<link>http://anshary.net/2009/12/penyakit-sombong/</link>
		<comments>http://anshary.net/2009/12/penyakit-sombong/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 30 Dec 2009 09:30:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>H. M. Anshary Ibrahim, SH, M.Hum</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tulisan]]></category>
		<category><![CDATA[sombong]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://anshary.net/?p=20</guid>
		<description><![CDATA[&#8220;Sombong adalah penyakit yang sering menghinggapi kita semua, yang benih-benihnya terlalu kerap muncul tanpa kita sadari. Di tingkat terbawah, sombong disebabkan oleh faktor materi. Kita merasa lebih kaya, lebih rupawan, dan lebih terhormat daripada orang lain. Di tingkat kedua, sombong disebabkan oleh faktor kecerdasan. Kita merasa lebih pintar, lebih kompeten, dan lebih berwawasan dibandingkan orang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>&#8220;Sombong adalah penyakit yang sering menghinggapi kita semua, yang benih-benihnya terlalu kerap muncul tanpa kita sadari.</p>
<p>Di tingkat terbawah, sombong disebabkan oleh faktor materi.<br />
Kita merasa lebih kaya, lebih rupawan, dan lebih terhormat daripada orang lain.</p>
<p>Di tingkat kedua, sombong disebabkan oleh faktor kecerdasan.<br />
Kita merasa lebih pintar, lebih kompeten, dan lebih berwawasan dibandingkan orang lain.</p>
<p>Di tingkat ketiga, sombong disebabkan oleh faktor kebaikan.<br />
Kita sering menganggap diri kita lebih bermoral, lebih pemurah, dan lebih tulus dibandingkan dengan orang lain.&#8221;</p>
<p>Mudah2an ada manfa&#8217;at bagi kita sesama muslim utk saling nasehat menasehati didalam kebaikan. Amiin.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://anshary.net/2009/12/penyakit-sombong/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Dahsyatnya Jilbab</title>
		<link>http://anshary.net/2009/12/dahsyatnya-jilbab/</link>
		<comments>http://anshary.net/2009/12/dahsyatnya-jilbab/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 28 Dec 2009 02:29:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>H. M. Anshary Ibrahim, SH, M.Hum</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tulisan]]></category>
		<category><![CDATA[jilbab]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://anshary.net/?p=23</guid>
		<description><![CDATA[Rasulullah bersabda, &#8220;Para wanita yang berpakaian tetapi (pada hakikatnya) telanjang, lenggak-lenggok, kepala mereka seperti punuk unta, mereka tidak akan masuk surga dan tiada mencium semerbak harumnya&#8221; (HR. Abu Daud) Rasulullah bersabda, &#8220;Tidak diterima sholat wanita dewasa kecuali yang memakai khimar (jilbab)&#8221; (HR. Ahmad, Abu Daud, Tirmidzi, bn Majah) Penelitian ilmiah kontemporer telah menemukan bahwasannya perempuan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://anshary.net/wp-content/uploads/2009/12/jilbab.jpg"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-27" src="http://anshary.net/wp-content/uploads/2009/12/jilbab-150x150.jpg" alt="" width="100" height="100" /></a>Rasulullah bersabda, &#8220;Para wanita yang berpakaian tetapi (pada hakikatnya) telanjang, lenggak-lenggok, kepala mereka seperti punuk unta, mereka tidak akan masuk surga dan tiada mencium semerbak harumnya&#8221; (HR. Abu Daud)</p>
<p>Rasulullah bersabda, &#8220;Tidak diterima sholat wanita dewasa kecuali yang memakai khimar (jilbab)&#8221; (HR. Ahmad, Abu Daud, Tirmidzi, bn Majah)<span id="more-23"></span></p>
<p>Penelitian ilmiah kontemporer telah menemukan bahwasannya perempuan yang tidak berjilbab atau berpakaian tetapi ketat, atau transparan maka ia akan mengalami berbagai penyakit kanker ganas di sekujur anggota tubuhnya yang terbuka, apa lagi gadis ataupun putri-putri yang mengenakan pakaian ketat-ketat. Majalah kedokteran Inggris melansir hasil penelitian ilmiah ini dengan mengutip beberapa fakta, diantaranya bahwasanya kanker ganas milanoma pada usia dini, dan semakin bertambah dan menyebar sampai di kaki. Dan sebab utama penyakit kanker ganas ini adalah pakaian ketat yang dikenakan oleh putri-putri di terik matahari, dalam waktu yang panjang setelah bertahun-tahun. dan kaos kaki nilon yang mereka kenakan tidak sedikitpun bermanfaat didalam menjaga kaki mereka dari kanker ganas. Dan sungguh Majalah kedokteran Inggris tersebut telah pun telah melakukan polling tentang penyakit milanoma ini, dan seolah keadaan mereka mirip dengan keadaan orang-orang pendurhaka (orang-orang kafir Arab) yang di da&#8217;wahi oleh Rasulullah. Tentang hal ini Allah berfirman:<br />
Dan ingatlah ketika mereka katakan: Ya Allah andai hal ini (Al-Qur&#8217;an) adalah benar dari sisimu maka hujanilah kami dengan batu dari langit atau datangkanlah kepada kami azab yang pedih ( Q.S. Al-Anfaal:32)</p>
<p>Dan sungguh telah datang azab yang pedih ataupun yang lebih ringan dari hal itu, yaitu kanker ganas, dimana kanker itu adalah seganas-ganasnya kanker dari berbagai kanker. Dan penyakit ini merupakan akibat dari sengatan matahari yang mengandung ultraviolet dalam waktu yang panjang disekujur pakaian yang ketat, pakaian pantai (yang biasa dipakai orang-orang kafir ketika di pantai dan berjemur di sana) yang mereka kenakan. Dan penyakit ini terkadang mengenai seluruh tubuh dan dengan kadar yang berbeda-beda. Yang muncul pertama kali adalah seperti bulatan berwarna hitam agak lebar. Dan terkadang berupa bulatan kecil saja, kebanyakan di daerah kaki atau betis, dan terkadang di daerah sekitar mata; kemudian menyebar ke seluruh bagian tubuh disertai pertumbuhan di daerah-daerah yang biasa terlihat, pertautan limpa (daerah di atas paha), dan menyerang darah, dan menetap di hati serta merusak-nya.</p>
<p>Terkadang juga menetap di sekujur tubuh, diantaranya: tulang, dan bagian dalam dada dan perut karena adanya dua ginjal, sampai menyebabkan air kencing berwarna hitam karena rusaknya ginjal akibat serangan penyakit kanker ganas ini. Dan terkadang juga menyerang janin di dalam rahim ibu yang sedang mengandung. Orang yang menderita kanker ganas ini tidak akan hidup lama, sebagaimana obat luka sebagai kesempatan untuk sembuh untuk semua jenis kanker (selain kanker ganas ini), dimana obat-obatan ini belum bisa mengobati kanker ganas ini.</p>
<p>Dari sini, kita mengetahui hikmah yang agung anatomi tubuh manusia di dalam pers-pektif Islam tentang perempuan-perempuan yang melanggar batas-batas syari&#8217;at. yaitu bahwa model pakaian perempuan yang benar adalah yang menutupi seluruh tubuhnya, tidak ketat, tidak transparan, kecuali wajah dan telapak tangan. Dan sungguh semakin jelaslah bahwa pakaian yang sederhana dan sopan adalah upaya preventif yang paling bagus agar tidak terkena &#8220;adzab dunia&#8221; seperti penyakit tersebut di atas, apalagi adzab akhirat yang jauh lebih dahsyat dan pedih. Kemudian, apakah setelah adanya kesaksian dari ilmu pengetahuan kontemporer ini -padahal sudah ada penegasan hukum syari&#8217;at yang bijak sejak 14 abad silam- kita akan tetap tidak berpakaian yang baik (jilbab), bahkan malah tetap bertabarruj???</p>
<p>(Sumber: Al-I&#8217;jaaz Al-Ilmiy fii Al-Islam wa Al-Sunnah Al-Nabawiyah, Oleh: Muhammad Kamil Abd Al-Shomad)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://anshary.net/2009/12/dahsyatnya-jilbab/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Selalu Ada Jalan Keluar</title>
		<link>http://anshary.net/2009/12/selalu-ada-jalan-keluar/</link>
		<comments>http://anshary.net/2009/12/selalu-ada-jalan-keluar/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 25 Dec 2009 10:16:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>H. M. Anshary Ibrahim, SH, M.Hum</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tulisan]]></category>
		<category><![CDATA[aidh]]></category>
		<category><![CDATA[al qarni]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://anshary.net/?p=31</guid>
		<description><![CDATA[Syaikh DR. Aidh Bin Abdullah Al Qarni Suatu masalah itu jika menyempit, maka tabiatnya ia menjadi meluas. Jika tali ditarik keras-keras, ia akan terputus. Jika malam semakin gelap, pertanda akan muncul fajar. Itulah sunnah kehidupan yang sudah dan terus berlaku. Itulah hikmah yang pasti terjadi. Maka, relakanlah jiwamu untuk meridhoi kondisinya. Karena, setelah kehausan pasti [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong><a href="http://anshary.net/wp-content/uploads/2010/04/syaikh-dr-aidh-bin-abdullah-al-qarni.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-32" src="http://anshary.net/wp-content/uploads/2010/04/syaikh-dr-aidh-bin-abdullah-al-qarni.jpg" alt="" width="102" height="114" /></a>Syaikh DR. Aidh Bin Abdullah Al Qarni</strong></p>
<p>Suatu masalah itu jika menyempit, maka tabiatnya ia menjadi meluas. Jika tali ditarik keras-keras, ia akan terputus. Jika malam semakin gelap, pertanda akan muncul fajar. Itulah sunnah kehidupan yang sudah dan terus berlaku. Itulah hikmah yang pasti terjadi. Maka, relakanlah jiwamu untuk meridhoi kondisinya. Karena, setelah kehausan pasti akan ada air. Setelah musim semi akan datang musim penghujan.<span id="more-31"></span></p>
<p>Mungkin saja betapa banyak kesedihan yang engkau keluhkan. Tapi permudahlah urusanmu. Lapangkanlah pikiranmu. Tidakkah engkau membaca firman Allah SWT &#8220;Alam nasyrah laka sadrak&#8230;.&#8221; ( Bukankah kami lapangkan dadamu ). Tidakkah engkau berbahagia karena di dunia ini masih terhampar banyak harapan. Di dunia ini masih banyak kemudahan.</p>
<p>Wahai yang berkeluh tentang banyak urusan. Lalu menjalani hidup serasa dalam kurungan. Sementara air matanya terus mengalir karena sedih. Sesungguhnya dalam pakaian Yusuf AS terdapat obat yang menyembuhkan kebutaan dua mata Ya&#8217;kub AS. Sesungguhnya dalam air dingin yang diguyur ke sekujur tubuh, adalah kesembuhan bagi penyakit yang di derita Ya&#8217;kub AS.</p>
<p>Untuk rasa sakit, ada kesembuhan. Untuk penyakit, ada obat. Untuk haus, ada air. Untuk kesulitan, ada kelapangan. Dalam kesempitan, ada kebahagiaan. Dalam gelap, pasti akan ada cahaya terang. Api yang menghimpit Ibrahim Al Khalil, bisa menjadi mudah dan dingin. Lautan di hadapan Musa AS bisa terbelah dan digunakan untuk berjalan. Yunus Bin Matta AS, akhirnya keluar dari tiga gulita, karena kasih sayang Allah Al Jaliil ( Yang Maha Mulia ). Rasulullah Al Mukhtar ( yang Terpilih ) pernah berada di dalam gua, dikelilingi oleh para kuffar. Hingga berkata Abu Bakar Ash Shiddiq ra, &#8221; Sesungguhnya orang-orang kafir hanya berjarak beberapa jengkal. Kami khawatir bila terjadi kehancuran. &#8221; Berkata Rasul sang pemilik keyakinan dengan penuh ketegasan, &#8221; Sesungguhnya Allah bersama kita. Dia mendengarkan kita. Dia melindungi kita. Sebagaimana Dia telah menghimpun kita.</p>
<p>Katakanlah kepada orang yang tenggelam dalam putus asa dan telah terjatuh. Kepada orang yang telah patah arang dan terpuruk. Kepada orang yang ternodai pemahamannya dalam masalah taqdir. Bekerjalah dan beramallah, sesungguhnya Allah SWT justru menurunkan hujan setelah manusia putus ada terhadap hujan.</p>
<p>Adalah Bilal pernah terkapar di atas tanah tandus, tapi dialah yang kemudian menaiki Ka&#8217;bah Baitullah untuk mengumandangkan seruan adzan. Dialah yang memperdengarkan bumi dengan suara langit. Adalah Yusuf AS pernah lama terpenjara di balik jeruji besi. Tapi kemudian ia bisa menjadi seorang Raja Mesir setelah Al Aziz. Adalah Umar Bin Khattab ra seorang penggembala kambing di Mekkah. Lalu dialah orang yang bisa menebarkan keadilan dalam masa kekuasaannya. Lalu namanya terpahat di baju besi. Lalu dia yang memotong tali pelanggaran. Lalu dia yang suaranya menggelegar menghentak penguasa tiran.</p>
<p>Allah SWT pasti akan menciptakan kemudahan setelah kesulitan. Tidakkah engkau tahu, sesungguhnya pasti ada keadaan lain yang Allah berikan setelah kesulitan? Allah SWT yang mematahkan tali pengikat orang-orang yang terpenjara di jeruji para penguasa otoriter. Allah SWT yang akan menghapus air mata anak-anak yatim. Apakah engkau pernah melihat orang faqir yang selamanya tidak mempunyai uang dan tidak bisa memenuhi kebutuhannya? Apakah engkau mendapati seorang tahanan selamanya berada di dalam penjara yang gelap? Tidak ada bencana yang terus menerus terjadi. Karena di sana ada Allah SWT Yang Maha Sendiri dan satu-satunya Tempat Meminta.</p>
<p>Siapapun yang melazimkan istighfar, maka Allah SWT akan menjadikan jalan keluar dari setiap kesulitannya . Allah SWT yang akan memberinya jalan penyesalan terhadap setiap kegundahannya. Laa HAULA Wa Laa Quwwata Illa Billah, tidak ada daya dan upaya kecuali Allah SWT. Dengan kalimat itu, segala beban mampu terpikul, semua kengerian bisa terlewati, seluruh keadaan bisa lebih baik, lebih melapangkan pikiran dan menambahkan rasa ridho kepada Allah Al Jalal.</p>
<p>Beritakanlah kegembiraan kepada malam, dengan datangnya waktu subuh yang menyapu gelap dari puncak gunung-gunung. Beritakanlah kegembiraan kepada musim semi dengan turunnya limpahan air hujan hingga air itu masuk ke sela-sela pasir. Beritakanlah kegembiraan kepada orang faqir dengan harta yang bisa mengusir kematian .</p>
<p>Ketahuilah, di setiap kesulitan itu ada jeda. Di setiap kebutuhan itu ada pertolongan . Sesungguhnya Allah SWT menghilangkan bencana dengan ketulusan do&#8217;a dan kebersihan harapan. Ketahuilah, himpitan dan kesulitan itu menghilangkan kesombongan dan terus menerus mendorong kepada dzikir, syukur dan kewaspadaan berpikir. Maka tenangkanlah hatimu jika kegalauan menerpamu. Lapangkanlah dadamu jika kesulitan menyerangmu. Jangan putus asa terhadap apa yang telah terjadi dan telah hancur. Ketahuilah, karena tidak ada sesuatu yang abadi selama alam semesta ini berputar.</p>
<p>Semoga kesulitan menjadi lebih ringan bagimu, dan musibah bisa memberikan kebaikan untukmu. Jika hidupmu telah terhimpit dan tak ada lagi alas an yang bisa engkau angkat. Kembalilah kepada Allah SWT. Ketahuilah bahwa kesulitan tak pernah berlangsung terus menerus. Allah SWT pasti memandangmu dengan pandangan kasih dan sayang. Karena dunia ini tidak berada dalam satu keadaan. Karena dunia ini berwarna-warni dan beragam bentuknya. Tidak ada kengerian yang tak pernah selesai. Belenggu akan terbuka dan ikatan akan terlepas. Bersabarlah, berdo&#8217;alah dan nantikanlah jalan keluar dari Allah SWT. Ketahuilah, sesungguhnya kesulitan itu akan mampu membuka kejernihan telinga dan mata, serta menajamkan pikiran. Kesulitan bisa memberi hikmah dan pelajaran. Kesulitan mengajarkan kemampuan untuk memikul beban dan bertahan. Kesulitan menghapuskan dosa. Kesulitan memperbanyak pahala.</p>
<p>Maka, mintalah perlindungan dan pertolongan Allah SWT. Setiap musibah itu mempunyai tujuan. Berapa kali kita merasa takut, lalu kita berdo&#8217;a dan meminta kepada Allah SWT. Kemudian Allah SWT menyelamatkan dan melindungi kita. Berapa kali kita di lilit lapar, lalu Allah memberi makan dan minum untuk kita. Berapa kali kita diterpa kebimbangan dan keresahan, lalu Allah memberikan kebahagiaan dan kesenangan. Berapa kali kita terjerat dan kita hampir terjatuh dalam kehancuran. Kemudian Allah SWT memberikan jalan untuk bangkit dan berjalan.</p>
<p>Ketahuilah, engkau berhubungan dengan Yang Maha Lembut terhadap hamba-Nya. Yang Terkenal dengan Pemberiannya. Yang Maha Memberi untuk kebahagiaan hamba-Nya.Yang Maha Kuasa atas segala keinginan-Nya.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://anshary.net/2009/12/selalu-ada-jalan-keluar/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pakai Jilbab Yuk&#8230;</title>
		<link>http://anshary.net/2009/12/pakai-jilbab-yuk/</link>
		<comments>http://anshary.net/2009/12/pakai-jilbab-yuk/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 25 Dec 2009 10:06:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>H. M. Anshary Ibrahim, SH, M.Hum</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tulisan]]></category>
		<category><![CDATA[jilbab]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://anshary.net/?p=35</guid>
		<description><![CDATA[&#8220;Wahai orang-orang yang beriman, masuklah kamu semuanya kedalam Islam secara kaffah, dan janganlah kamu turut langkah-langkah syaithan. Sesungguhnya dia itu musuh yang nyata bagimu.&#8221; (Qs. al-Baqarah 2:208) Ayat diatas merupakan seruan, perintah dan juga peringatan Allah yang ditujukan khusus kepada orang-orang yang beriman, yaitu orang-orang yang mengakui Allah sebagai Tuhan satu-satunya dan juga mengakui Muhammad [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://anshary.net/wp-content/uploads/2009/12/jilbab.jpg"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-27" src="http://anshary.net/wp-content/uploads/2009/12/jilbab-150x150.jpg" alt="" width="100" height="100" /></a>&#8220;Wahai orang-orang yang beriman, masuklah kamu semuanya kedalam Islam secara kaffah, dan janganlah kamu turut langkah-langkah syaithan. Sesungguhnya dia itu musuh yang nyata bagimu.&#8221;<br />
(Qs. al-Baqarah 2:208)</p>
<p>Ayat diatas merupakan seruan, perintah dan juga peringatan Allah yang ditujukan khusus kepada orang-orang yang beriman, yaitu orang-orang yang mengakui Allah sebagai Tuhan satu-satunya dan juga mengakui Muhammad selaku nabi-Nya agar masuk kedalam agama Islam secara kaffah atau secara keseluruhan, benar-benar, sungguh-sungguh.<span id="more-35"></span></p>
<p>Apa maksudnya ?<br />
Pengalaman telah mengajarkan kepada kita, betapa banyaknya manusia-manusia yang mengaku telah beriman kepada Allah, mengaku meyakini apa yang diturunkan kepada Nabi Muhammad dan dia juga mengaku beragama Islam akan tetapi pada hakekatnya mereka tidaklah Islam.</p>
<p>Termasuk salah satunya anjuran untuk menutup aurat<br />
Perintah berjilbab disebutkan oleh Allah di dalam al-Qur’an surat an-Nur, ayat 31 dan surat al-Ahzab ayat 59</p>
<p>وَلَا يُبْدِينَ زِينَتَهُنَّ إِلَّا مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَلْيَضْرِبْنَ بِخُمُرِهِنَّ عَلَى جُيُوبِهِنَّ</p>
<p>Dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak daripadanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung ke dadanya, (an-Nur:31)</p>
<p>يَا أَيُّهَا النَّبِيُّ قُلْ لِأَزْوَاجِكَ وَبَنَاتِكَ وَنِسَاءِ الْمُؤْمِنِينَ يُدْنِينَ عَلَيْهِنَّ مِنْ جَلَابِيبِهِنَّ</p>
<p>Hai Nabi katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu dan istri-istri orang mukmin: Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka”. (al-Ahzab:59)</p>
<p>Jadi sangat wajar sekali kalau kita sebagai manusia sering di ingatkan sama ALLAH dengan banyak musibah,banyak masalah,dll<br />
Karena ALLAH sayang sama kita<br />
ALLAH sedang berbicara sama kita<br />
lewat hikmahnya<br />
supaya kita berubah sikap dan penampilan<br />
SEMOGA ALLAH memberikan kita Hidayah dah Petunjuk,INSYA ALLAH</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://anshary.net/2009/12/pakai-jilbab-yuk/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mari Berpuasa Sunnah Hari Asyura</title>
		<link>http://anshary.net/2009/12/mari-berpuasa-sunnah-hari-asyura/</link>
		<comments>http://anshary.net/2009/12/mari-berpuasa-sunnah-hari-asyura/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 24 Dec 2009 23:09:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>H. M. Anshary Ibrahim, SH, M.Hum</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tulisan]]></category>
		<category><![CDATA[asyura]]></category>
		<category><![CDATA[puasa]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://anshary.net/?p=38</guid>
		<description><![CDATA[Hari Asyura jatuh pada tg.10 Muharram atau bertepatan dengan tanggal 27 Desember 2009. Tapi karena umat Yahudi dan Nasrani berpuasa juga pada hari tersebut, maka Nabi Muhammad SAW menganjurkan kita untuk tidak menyerupai puasa mereka. Caranya sebagai berikut : Berpuasa selama 3 hari yaitu tanggal 9, 10 dan 11 Muharram, atau Berpuasa selama 2 hari [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Hari Asyura jatuh pada tg.10 Muharram atau bertepatan dengan tanggal 27 Desember 2009. Tapi karena umat Yahudi dan Nasrani berpuasa juga pada hari tersebut, maka Nabi Muhammad SAW menganjurkan kita untuk tidak menyerupai puasa mereka. Caranya sebagai berikut :</p>
<ol>
<li>Berpuasa selama 3 hari yaitu tanggal 9, 10 dan 11 Muharram, atau</li>
<li>Berpuasa selama 2 hari yaitu 9 dan 10 atau 10 dan 11 Muharram, atau boleh juga</li>
<li>Berpuasa 1 hari saja, yaitu pada tanggal 10 Muharram.</li>
</ol>
<p>Mari kita berpuasa pada hari Asyura tersebut.</p>
<p>Semoga Allah menerima amal ibadah kita, dan mengabulkan semua hajat kita, amin&#8230;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://anshary.net/2009/12/mari-berpuasa-sunnah-hari-asyura/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Hukum Puasa Asyura (Hari ke-10 Muharram)</title>
		<link>http://anshary.net/2009/12/hukum-puasa-asyura-hari-ke-10-muharram/</link>
		<comments>http://anshary.net/2009/12/hukum-puasa-asyura-hari-ke-10-muharram/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 22 Dec 2009 23:02:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>H. M. Anshary Ibrahim, SH, M.Hum</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tulisan]]></category>
		<category><![CDATA[asyura]]></category>
		<category><![CDATA[puasa]]></category>
		<category><![CDATA[rasulullah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://anshary.net/?p=40</guid>
		<description><![CDATA[Para ulama sepakat bahwa hukum puasa ‘Asyuro adalah sunnah, dan mereka berbeda pendapat mengenai hukumnya pada masa permulaan Islam tatkala disyariatkan sebelum disyariatkannya puasa Ramadhan. Abu Hanifah berpendapat bahwa pada awalnya diwajibkan kemudian dihapus, dan diriwayatkan dari Imam Ahmad akan sunnahnya, begitu juga ucapan jumhur ulama, karena Rasulullah SAW tidak memerintahkan secara umum tentang puasa [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Para ulama sepakat bahwa hukum puasa ‘Asyuro adalah sunnah, dan mereka berbeda pendapat mengenai hukumnya pada masa permulaan Islam tatkala disyariatkan sebelum disyariatkannya puasa Ramadhan. Abu Hanifah berpendapat bahwa pada awalnya diwajibkan kemudian dihapus, dan diriwayatkan dari Imam Ahmad akan sunnahnya, begitu juga ucapan jumhur ulama, karena Rasulullah SAW tidak memerintahkan secara umum tentang puasa tersebut, bahkan beliau bersabda :<span id="more-40"></span></p>
<p>» هذا يوم عاشوراء, وأنا صائم فيه, فمن شاء صام ومن شاء أفطر «</p>
<p>“ Hari ini adalah hari ‘Asyuro, dan saya puasa pada hari tersebut, siapa yang suka maka hendaklah dia puasa dan siapa yang suka dia berbuka “</p>
<p>Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah berkata :<br />
“ Disunnahkan bagi yang puasa pada hari ‘Asyuro, juga berpuasa pada tanggal sembilannya, karena hal tersebut adalah perintah rasulullah saw yang paling akhir”.</p>
<p>Hikmah Puasa ‘Asyuro dan Puasa Tanggal Sembilannya.<br />
Adapun puasa tanggal sembilannya adalah untuk menjaga puasa ‘Asyuro, juga untuk menunjukkan sikap berbeda dari orang-orang Yahudi yang juga berpuasa hanya pada hari itu saja. Dengan menggabungkan kedua hari itu maka syariat tersebut menjadi berbeda dari ajaran Yahudi. Adapun puasa ‘Asyuro itu sendiri karena pada hari tersebut terjadi beberapa kejadian yang baik, diantaranya : Selamatnya Musa alaihissalam dan para pengikutnya serta tenggelamnya musuh Allah, Fir’aun beserta kaumnya, begitu juga terjadinya beberapa tanda-tanda kebesaran Allah terhadap makhluknya, sesuatu yang layak untuk di syukuri.</p>
<p>Keutamaan Puasa ‘Asyuro (Asyura)<br />
Terdapat riwayat dalam shahih Muslim dari Abi Qatadah bahwa seseorang bertanya kepada Rasulullah saw tentang puasa ‘Asyuro, maka beliau bersabda : “Saya berharap agar ‘Allah menghapus dosa-dosa setahun sebelumnya “</p>
<p>Urutan Derajat Puasa ‘Asyuro<br />
Derajat pertama dan yang paling utama, adalah dengan melakukan puasa tiga hari, yaitu tanggal sembilan, sepuluh dan sebelas.</p>
<p>Derajat kedua, yaitu berpuasa pada tanggal sembilan dan sepuluhnya, sebagaimana yang terdapat dalam riwayat Muslim dari Ibnu Abbas radiallahuanhu, dia berkata : Rasulullah saw bersabda : “Jika saya masih ada pada tahun depan, saya akan berpuasa pada tanggal sembilannya (bersama tanggal sepuluh)”, dan dari Ibnu Abbas juga, beliau bersabda “ Puasalah kalian pada tanggal sembilan dan sepuluh, bedakanlah dari orang-orang Yahudi ”.</p>
<p>Derajat ketiga, yaitu dengan berpuasa hanya pada tanggal sepuluhnya saja, sebagaimana dari Ibnu Abbas dia berkata : “Kami diperintahkan Rasulullah saw untuk berpuasa pada hari ‘Asyuro”</p>
<p>Apa Derajat Yang Paling Utama ?<br />
Yang paling utama dari ketiga derajat tersebut adalah derajat yang pertama, karena berpuasa pada hari-hari tersebut akan mendapatkan beberapa manfaat, diantaranya:</p>
<p>* Akan mendapatkan ganjaran puasa sebuan penuh, sebagaimana hadits Abdullah bin Amr bin Ash radialluhanhu, dia berkata, Rasulullah saw bersabda : “tiga hari pada setiap bulan bagaikan puasa selamanya “.</p>
<p>* Karena puasa pada bulan ini adalah puasa yang utama setelah puasa Ramadhan, sebagaimana hadits Ibnu Abbas radiallahunhu, dia berkata : “Aku tidak pernah melihat Rasulullah saw memperhatikan sebuah puasa dan mengutamakannya atas yang lainnya, kecuali hari ini, yaitu hari ‘Asyuro, dan bulan ini, yaitu bulan Ramadhan “.</p>
<p>* Menunjukkan sikap berbeda dari orang-orang Yahudi, sebagaimana hadits Ibnu Abbas : “Berpuasalah kalian sehari sebelumnya dan sehari sesudahnya “.</p>
<p>* Mengikuti jejak Rasulullah saw yang merupakan sunnahnya dengan mengamalkannya dan mendakwahkannya, sebagai bentuk ibadah yang utama kepada Allah swt.</p>
<p>* Dapat menghapus dosa-dosa setahun penuh, berdasarkan hadits Qatadah radiallahunhu, dia berkata, Rasulullah saw bersabda : ”Dan hari ‘Asyuro dapat menghapus (dosa-dosa) setahun sebalumnya “.</p>
<p>Akhi yang saya cintai, ada yang ingin saya saya sampaikan kepada anda: Walaupun bulan puasa (bulan Ramadan) telah berlalu, akan tetapi waktu beramal tetap ada, begitu juga dengan berpuasa, tetap disyariatkan setiap waktu -segala puji bagi Allah-. Rasulullah saw berpuasa pada hari ‘Asyuro dan beliau memerintahkan untuk berpuasa sebelum disyariatkannya puasa Ramadhan. Sesungguhnya puasa ‘Asyuro adalah sunnah dari Rasulullah, jika diamalkan dan didakwahkan dengan ucapan dan perbuatan, maka hal tersebut merupakan ibadah yang sangat utama kepada Allah, karena siapa yang menghidupkan sunnah, mengamalkannya dan menyebarkannya diantara manusia maka baginya dua pahala, pahala dia beramal dan pahala menghidupkan sunnah tersebut, maka selayaknya bagi setiap muslim untuk melakukannya.</p>
<p>Karena pada hakekatnya umur kita adalah apa yang kita isi didalamnya dengan ketaatan kepada Allah swt, selebihnya akan belalu begitu saja tanpa nilai, dan akan menyesallah orang yang menyia-nyiakan kesempatannya, pada saat tidak berguna lagi penyesalan.</p>
<p>Apakah Terdapat Kekhususam Lain Pada Hari ‘Asyuro :</p>
<p>Doktor Shaleh As-Sadlan berkata :<br />
“ Tidak ada kekhususan lain pada hari ini kecuali puasa, adapun yang dituliskan beberapa kitab dan yang disebutkan sebagian fuqoha, bahwa disunnahkan pada hari tersebut melebihkan nafkah untuk keluarga dan menjadikannya menyerupai hari ‘Id, tidak terdapat dalil yang shahih didalamnya.</p>
<p>Beberapa Bid’ah Pada Hari ‘Asyuro.</p>
<p>Kini kita merenung sejenak tentang hari ‘Asyuro, hari mulia yang didalamnya Allah selamatkan Musa alaihissalam dan para pengikutnya dari Firaun dan kaumnya, kemudian dirubah oleh sebagian kaum muslimin di sebagian negri-negri Islam menjadi acara kendurian. Para ulama telah menerangkan semua itu sebagai bid’ah yang diharamkan dan bukan bagian dari ajaran Islam akan tetapi lebih dekat kepada ajaran jahiliyah. Akan anda dapatkan sebagian diantara mereka menghindari perhiasan dan kesenangan, yang demikian itu untuk memperingati terbunuhnya Husain radiallahu’anhu. Benar, terbunuhnya beliau membuat kaum muslimin sangat sedih, akan tetapi apakah itu berarti kita harus selalu mengorek luka lama ? Tidak, sebab yang demikian itu akan menjadikan kaum muslimin berpecah belah dan menumbuhkan fanatisme, serta membiarkan musuh-musuh mengambil kesempatan masuk didalamnya. Diantara bid’ah yang lain adalah membuat makanan yang berbeda dari biasanya, seperti dengan menambahkan biji-bijian atau yang lain, atau mengganti baju dan melapangkan nafkah bagi keluarga, atau membeli kebutuhan setahun pada hari itu, atau melakukan ibadah tertentu seperti shalat, menyembelih hewan, menyimpan daging korban untuk dimasak pada hari itu, memakai celak mata, saling bersalam-salaman, saling berziarah, mengunjungi masjid atau kuburan, atau menampar pipi dan merobek kantong baju sebagai tanda bela sungkawa seperti cara jahiliyah. Semua itu adala perbuatan bi’ah dan kemungkaran yang tidak diajarkan oleh Rasulullah saw, juga Khulafaurrasyidun dan orang-orang sesudahnya, juga tidak ada para imam yang menganjurkannya. Sesungguhnya yang sangat dibenci Islam adalah mengulang-ngulang kesedihan, maka bagaimana mereka melakukan hal yang demikian tersebut. Bagi setiap muslim seharusnya menjauhi perbuatan bid’ah, karena sebaik-baiknya perbuatan adalah mengikuti Rasulullah saw dan seburuk-buruknya perbuatan adalah menjauhi ajaran Rasulullah saw, karena setiap bi’ah adalah sesat dan setiap kesesatan kedalam neraka.</p>
<p>(Diposkan oleh Marhadi Muhayar, Lc., M.A.)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://anshary.net/2009/12/hukum-puasa-asyura-hari-ke-10-muharram/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

